Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


中文(简体) Português English (US) Français Deutsch Italiano 日本語 한국어 Español

Friday, March 6, 2009

Wisata Parangtritis Part II

Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan beragam objek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo dan kawasan Merapi. Pantai yang terletak 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.


Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemuan itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian. Sejumlah pengalaman wisata bisa dirasakan di pantai ini. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama. Pesona alam itu bisa diintip dari berbagai lokasi dan cara sehingga pemandangan yang dilihat lebih bervariasi dan anda pun memiliki pengalaman yang berbeda. Bila anda berdiri di tepian pantainya, pesona alam yang tampak adalah pemandangan laut lepas yang maha luas dengan deburan ombak yang keras serta tebing-tebing tinggi di sebelah timurnya.


Untuk menikmatinya, anda bisa sekedar berjalan dari arah timur ke barat dan memandang ke arah selatan. Selain itu, anda juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar anda melewati rute serupa tanpa lelah. Ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai. Biayanya, anda bisa membicarakan dengan para penyewa jasa. Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta - Imogiri - Siluk - Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta - Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka


Libur panjang pelajar SMP dan SMA sederajat yang hampir bersamaan di bebagai daerah di Pulau Jawa ternyata berdampak positif bagi objek wisata Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta. Tidak hanya pada hari libur minggu namun pada hari kerja ratusan bus suda memadati Pantai Parangtritis. Bus yang membawa pengunjung Parangtritis sudah mulai terlihat sejak pukul 05.00 WIB yang bermaksud untuk melihat sunrise ataupun yang datang pada pukul 15.00 WIB bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan sunset di pantai.


Sejak diadakan penataan di kawasan Pantai Parangtritis, citra pariwisata pantai Parangtritis yang kumuh saat ini mulia menghilang, sehingga pengunjung mulai memilih Pantai Parangtritis sebagai salah satu objek wisata yang favorit untuk dikunjungi.
Lokasi pantai juga tidak jauh dari kota Yogyakarta sehingga sebagai tujuan utama wisata pantai dibandingkan dengan wisata pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo yang jaraknya relatif jauh dari kota Yogyakarta sebagai tempat menginap para pengunjung.


Parangtritis juga menyediakan sarana rekreasi berupa kuda tunggangan yang asyik banget untuk dinaiki, naek kuda sambil dapat melihat pemandangan laut yang begitu indah....gila asyik bangetkan....!!
Baca selanjutnya...... say to thank’s Jhon

Wisata Parangtritis - Story of Ratu Pantai Selatan

Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini.




Nyai Loro Kidul ( juga dieja sebagai Nyi Roro Kidul atau Nyi Rara Kidul, dia juga mempunyai banyak nama lain ) yang merupakan dewi dari dongeng Jawa. Namanya terkenal sebagai Ratu Pantai Selatan, (Pelabuhan Ratu)

Suatu ketika pada masa Prabu Siliwangi memerintah di Kerajaan Pajajaran, ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah 7 selir. Suatu ketika sang permaisuri melahirkan anak perempuan cantik pula, bahkan melebihi kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Lara Kadita yang berarti Putri Nan Cantik Jelita.

Kebaikan hati dan kecantikan Putri Kadita menimbulkan rasa iri para selir yang takut tersisih dari hadapan Prabu Siliwangi.

Mereka bersekongkol menghancurkan kehidupan Putri Lara Kadita dan ibunya. Keduanya diguna-guna hingga menderita sakit kulit yang parah di sekujur tubuhnya. Di bawah pengaruh guna-guna para selir, Prabu Siliwangi pun mengusir keduanya dari keraton karena dikhawatirkan mereka akan mendatangkan malapetaka bagi kerajaan.

Dalam kondisi ini, Putri Lara Kadita dan ibunya pergi tanpa tujuan. Diceritakan, sang permaisuri tewas dalam pengembaraan, sedangkan Putri Lara Kadita terus berjalan menuju selatan sampai akhirnya tiba di sebuah bukit terjal di Pantai Karanghawu. Karena amat kelelahan, Putri Lara Kadita istirahat kemudian tertidur pulas.

Dalam tidur ia bermimpi bertemu dengan "orang suci" yang memberi nasihat agar sang putri menyucikan diri dengan terjun ke laut untuk mendapatkan kesembuhan, mengembalikan kecantikannya, sekaligus memperoleh kekuatan gaib untuk membalas penderitaan yang dia alami.

Ketika terbangun, tanpa ragu Putri Lara Kadita melompat dari tebing curam ke tengah gulungan ombak, dan tenggelam ke dasar Laut Selatan. Mimpinya pun menjadi kenyataan. Selain sembuh dan kembali cantik, ia juga beroleh kekuatan gaib serta keabadian. Namun, sang putri harus tetap tinggal di Laut Selatan.

Sejak itu ia disebut sebagai Nyi Loro Kidul (yang artinya loro = derita, kidul = selatan), atau sang Ratu Penguasa Laut Selatan.

Benarkah semua itu....terlepas itu mitos atau legenda ?
Baca selanjutnya...... say to thank’s Jhon

Thursday, March 5, 2009

Wisata Yogyakarta Part 2 (Prambanan & Malioboro)

Sepanjang perjalanan menuju Jogyakarta, kanan kiri jalan dipenuhi oleh bendera dan spanduk partai, tidak indah…karena ditempatkan tidak beraturan, seolah-olah tidak ada pengaturan dan pengelolaan yang baik, antara pemerintah dan calon-calon anggota legislative. Berebut mencari simpati pemilih, tapi tidak dengan cara simpatik. Apalagi di sepanjang jalan Letjen Suprapto di Jogyakarta, sangat tidak indah.Tapi begitu tiba di Candi Prambanan, semuanya kembali terlihat senang, rasa lelah dan letih lenyap begitu saja, apalagi saat bus memasuki lingkungan candi prambanan, sudah disambut oleh para pedagang yang sibuk menawarkan barang dagangannya, baik itu makanan dan minuman ringan ataupun reflika candi prambanan sendiri.

Candi Prambanan, sungguh cantik dan indah Candi Prambanan ini, walaupun sampai saat ini, batu-batuan yang tersisa akibat gempa bumi, masih belum dibereskan dan disusun menjadi candi.Dan begitu rombongan wisata keluar dari bis untuk jalan kaki menuju lokasi Candi yang jaraknya lumayan jauh… sekitar 500 m.. (perlu stamina yang kuat untuk persiapan jalan kaki di Taman Wisata Candi Prambanan ini)… Namun jangan kuatir, disepanjang perjalanan menuju candi banyak yang bisa dilihat.. bisa cuci mata.. disamping taman bunga yang indah… bisa juga melihat barang-barang kerajinan lokal yang menurut saya unik-unik… Siap-siap juga untuk pasang strategi menolak pedagang asongan yang setia menguntit kita jika kita tidak tertarik dengan barang yang ditawarkan:-).Mendekati kawasan candi, kita diwajibkan membayar tiket masuk.. Rp. 15.000,-/orangMemasuki kawasan candi prambanan, benar-benar memberikan kesan tersendiri yang takkan dapat terlukiskan dengan kata-kata. Begitu indah panorama keindahan yang terpancar, walaupun dibeberapa tempat di komplek prambanan tersebut masih terlihat batu-batu berserakan akibat gempa beberapa tahun yang lalu.

Komplek Candi yang masih dalam pemugaran yang hancur akibat gempa bumi

Gambaran sebelum/sesudah gempa di prambanan

Hari itu, entah karena emank lagi liburan atau apa, tp keadaan di candi prambanan sangat ramai sekali. Turis lokal ma turis interlokal eh...internasional maksudnya, saling berbaur untuk menikmati panorama candi prambanan.


Setelah seharian menikmati keindahan panorama candi prambanan, hingga akhirnya sore datang dimana kawasan candi prambanan akan segera ditutup. Puji syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan… bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang bisa membuat hasil karya budaya seperti ini dan dijaga kelestariannya oleh para penerusnya .. Thanks God..


Malam harinya, kami jalan-jalan di Malioboro, masing-masing jalan dengan kelompoknya masing-masing, entah mengapa jalan-jalan di Malioboro tidak pernah ada rasa bosan, dari mulai penjual makanan, pengamen dan becak yang selalu hadir di Malioboro. Untuk kali ini, hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah banyaknya pemakai sepeda motor, dari mulai trotoar sampai jalan dipadati oleh motor. Khususnya di trotoar, dijadikan tempat parkir, ini yang sangat mengganggu, karena tempat jalan kaki tidak nyaman lagi.

Setelah puas mengunjungi berbagai tempat wisata di Yogyakarta dan sekitarnya, pasti tak puas rasanya jika tak membawa cinderamata dan berbagai oleh-oleh khas Jogja untuk sanak keluarga. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi para pemburu cendera mata adalah kawasan Jalan Malioboro. Hanya terpisahkan oleh sepasang rel kereta api dengan stasiun utama kota Yogya, Stasiun Tugu, nama yang sangat identik dengan Jogja ini menawarkan berbagai jenis oleh-oleh dan cindera mata, mulai dari kerajinan unik, batik, hingga makanan khas jogja seperti Bakpia atau geplak. Semua jenis oleh-oleh tersebut bisa dengan mudah anda temui mulai dari dalam Malioboro Mall yang megah, toko-toko di sepanjang Malioboro, kaki-kaki lima yang menggelar dagangannya di trotoar, hingga ke jalan dan gang sempit yang tersebar di sekitar kawasan Malioboro.

Bagi yang menginginkan sensasi berbelanja yang lebih prestisius, anda dapat mengunjungi toko-toko batik bermerk seperti Danarhadi dan Batik Semar. Selain itu, berbagai toko barang antik yang tersebar di berbagai sudut Malioboro mungkin memberi anda sedikit kejutan. Mirota Batik, bagian dari Mirota grup bisa menjadi alternatif bagi para pelancong yang ingin mendapatkan barang-barang kerajinan berkelas. Pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.

Jika anda ingin bernostalgia dengan jajanan tradisional khas jawa, berjalanlah sedikit ke selatan pada pagi atau siang hari hingga mencapai pasar Beringharjo. Di pertigaan yang merupakan salah satu pintu keluar pasar anda akan dengan mudah mendapati jajanan pasar yang mungkin sudah tidak dapat anda temui di kota-kota besar lain. Para penjual yang menggelar jualannya di lincak bambu setinggi dada orang bersila akan melayani anda dengan ramah. Satu tips berbelanja jajanan pasar di Beringharjo: datanglah sedikit lebih pagi dan anda akan dimanjakan oleh banyaknya pilihan jajanan pasar yang tersedia. Dengan berbekal Rp10.000,00 kerinduan anda akan dipuaskan dengan selera kampung jawa tempo dulu

Hanya dengan 5.000 - 10.000 anda dapat jalan2 dengan menggunakan becak keliling malioboro....asyik bangetkan...!
Pilihan belanja malam di malioboro ditambah dengan hadirnya para pembuat souvenir berbentuk nama pemesan. Dengan harga berkisar antara Rp10.000,00-Rp20.000,00, para pemesan suvenir ini dimanjakan secara personal dengan hadirnya nama-nama mereka diatas gantungan kunci, cincin, liontin, ataupun gelang.

BAKPIA
Ingat bakpia, ingat camilan yang berbahan dasar kacang hijau, oleh-oleh dari Jogja. Memang tidak sulit mencari makanan yang satu ini. Karena terkenalnya sebagai makanan khas Jogja, hampir setiap toko oleh-oleh yang tersebar di seluruh Jogja menawarkan bakpia sebagai oleh-oleh. Merek yang terkenal pun menjadi pilihan bagi para wisatawan yang tidak ingin terlalu pusing memilih.

Tapi tahukah Anda kalau pusat bakpia ini sebenarnya tidak jauh dari jalan Maliboro? Bagi yang sudah sering ke Jogja, mungkin lokasi ini sudah menjadi lokasi kunjungan reguler saat berkunjung ke Jogja. Tapi buat yang belum, tidak akan sulit mencari daerah yang berada di sepanjang Jl. K.S Tubun ini. Bertanyalah kepada tukang becak, andong, dokar, dan juga taksi yang Anda temui, maka Anda akan diantar sampai ke tujuan.

Daerah sentra pembuatan bakpia ini bernama Pathuk. Jangan salah dengan daerah Pathuk yang terletak di Gunungkidul, daerah Pathuk ini terletak di tengah-tengah kota Jogja. Jika diantar oleh becak dan transportasi umum yang lain kecuali bis, besar kemungkinannya Anda akan diantar menuju toko yang sudah terkenal di jalan itu, atau mungkin toko yang dimiliki oleh teman atau saudaranya. Sebenarnya ada cara yang lebih menarik dan lebih dari sekedar datang ke suatu toko dan membeli oleh-oleh. Namun tentu saja cara ini hanya cocok bagi Anda yang mau menjadikan pencarian oleh-oleh sebagai petualangan, sekaligus olahraga jalan sehat.

Di sepanjang Jl. K.S tubun ini memang berjajar toko oleh-oleh dengan bakpia sebagai daya tarik utamanya, tetapi bukan itu yang menarik. Pathuk terkenal sebagai sentra pembuatan bakpia, jadi mayoritas warganya membuat bakpia untuk dijajakan. Keterbatasan lahan tanah, dan tentunya biaya membuat warga di sekitarnya tidak bisa berjualan di toko, melainkan di rumah-rumah mereka masing-masing. Anda tidak akan menemui merek bakpia terkenal di sana, tetapi Anda dapat berburu citarasa bakpia yang sesuai selera Anda dan keluarga.

Gang utama paling menonjol yang dapat anda kunjungi berada di sebelah kanan Jl. K.S Tubun dari arah timur. Carilah terlebih dahulu gang yang di depannya terdapat plankat besar bertuliskan 'Sentra Makanan Khas Bakpia'. Di gang itulah Anda dapat berjalan-jalan dan menemui banyak rumah yang siap dengan pemilik dan bakpia buatan mereka sendiri. Umumnya mereka akan menawarkan kepada Anda untuk mencicipi terlebih dahulu sebelum membelinya. Apabila tidak cocok dengan selera, teruslah berburu dari rumah ke rumah sampai menemukan yang pas dengan lidah. Namun jangan hanya mencicipi semua tempat akhirnya tanpa membeli sama sekali, Anda bisa dituduh hanya mencari makan gratis saja.

Rasa bakpia kini bermacam-macam, sesuai kreasi para pembuatnya. Kalau dulu hanya kacang hijau, sekarang Anda dapat menemukan rasa coklat, nanas, keju, dan lain sebagainya. Yang tidak berubah, bakpia rasanya manis dan bentuknya relatif dari dulu sama, bulat dan pipih. Biasanya bakpia ditaruh dalam sebuah kotak kecil yang nantinya diisi dengan kurang 21 buah bakpia. Pembeliannya dihitung setiap kotak dengan satu macam rasa saja.

Harga bakpia home indutri ini biasanya relatif lebih murah, atau maksimal sama dengan yang dijual di toko-toko. Walau begitu, terkadang memang ada juga yang menawarkan dengan harga tinggi, tetapi Anda masih bisa menawarnya, terlebih jika Anda membelinya dalam jumlah yang besar. Kalau Anda menemukan rumah dengan bakpia yang pas dengan selera Anda, jadikan langganan untuk kunjungan berikutnya, dan kenalkan pula dengan teman, rekan kerja dan saudara Anda. Selamat Berburu!!

Dan gw sendiri yang begitu ingin melihat bagaimana proses pembuatan bakpia itu sendiri, maka pagi-pagi sekali begitu bangun tidur langsung mandi n sholat subuh, terus keluar dech untuk liat keadaan di malioboro diwaktu pagi. Wouw...aktifitas kehidupan ekonomi masyarakat jogja sudah dimulai, bersama koordinator lapangan saya pergi dengan menggunakan becak ketempat pembuatan bakpia tersebut, kami harus bergerak cepat, karena bus akan segera berangkat begitu rombongan udah siap. Beruntung saat itu saya membawa kamera dan handycam sehingga saya disangka wartawan kuliner kali yah, dan saya diperboleh masuk untuk melihat proses pembuatan bakpia tersebut.


Dari proses pembuatan


Pengepakan...


Hingga jadi seperti ini


Dan belidah sebagai oleh-oleh....

Akhir cerita....tajuk blog inipun berjudul :
Semalam di Malioboro.....
Baca selanjutnya...... say to thank’s Jhon

Wisata Yogyakarta Part 1 (Story of Prambanan Temple)

Setelah menyeberangi Bali untuk kembali melanjutkan tour wisata di pulau Jawa dan yang menjadi target berikutnya adalah Kota Yogyakarta, kotanya para pelajar. Di Jogja ada begitu banyak objek wisata yang indah dan menakjubkan. Tapi yang menjadi pilihan objek wisata disini adalah candi prambanan.



Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.
Baca selanjutnya...... say to thank’s Jhon

Monday, March 2, 2009

Wisata Bali Part 4 - Ending


Keesokan harinya, setelah tidur enak, di villa yang mewah n exclusif, gw bangun pagi-pagi sekali, karena rencananya hari ini kami akan check out dari hotel. Setelah mandi dan mengambil cucian loundry yang kemarin diserahkan kepada pihak pengelola villa, kami siap untuk berangkat lagi.
Tapi.....


Begitu sampai di lobi villa, kami sangat dikejutkan dengan banyaknya para penjual yang menjajakan seluruh barang dagangannya, ada pakaian, cendramata dan lain-lain, para penjual dadakan yang memang rupanya selalu ada ditempat-tempat para wisata menginap, kesempatan ini jelas tidak disia-siakan untuk melihat-lihat dan berbelanja sepuasnya, karna harganya relatif murah, untuk pakaian khas bali hanya dipatok harga 10.000 rupiah aja...nggak mahalkan...gw aja beli ampe 25 biji untuk oleh-oleh.


Bahkan pihak manajemen penginapan menyiapkan seorang model yang berbusana gadis khas bali untuk para wisata yang ingin mengabadikan photonya. gw sendiripun ngak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Sebelum melanjutkan wisata di bali, gw minta kepada seluruh peserta wisata untuk berphoto bersama, biar ada kenang-kenangan. Kebersamaan telah membuat kami yang tidak saling mengenal menjadi begitu kompak dan akrab.


Setelah check-out dari penginapan, kami langsung melanjutkan tour kami di pulau bali, tujuan kami berikutnya adalah pasar murah yang ada di bali, pasar loak istilahnya, semua barang-barang yang diperjualbelikan disini harganya sangat murah banget, semua ada ditempat ini, dari pakaian, cendramata, bahkan lukisan khas balipun dijual disini. gw sendiri membeli sebuah lukisan yang indah banget. Setelah puas memborong, kamipun melanjutkan perjalanan ketempat wisata berikutnya, yaitu :

TANAH LOT

Tanah Lot adalah sebuah tempat yang pemandangannya begitu amat menakjubkan.... kute m benoa kalah jauh ma tempat yang satu ini.... tanah lot adalah sebuah tempat sembahyangnya orang bali, yaitu pura, tapi yang paling menarik adalah pura ini berada diatas sebuah bukit yang bukit itu sendiri berada ditengah-tengah laut, dan tidak sembarangan orang yang bisa naik ke puncak bukit tersebut, tapi bisa melihatnya aja sudah sangat diuntungkan.



Ombaknya yg GD banget, menjamin tidak satupun orang yang berani mandi ditanah lot

Tanah Lot yang dilihat dari kejauhan.


Dan photo ini merupakan momen terakhir di tanah lot juga di BALI. Semoga kenangan ini akan abadi sepanjang masa....in mylife.
Baca selanjutnya...... say to thank’s Jhon